Palopo – Kualitas SDM Palopo Ranking 2 Se-Sulsel, Ome: Kebijakan Pembangunan di Jalur yang Tepat. Kota Palopo mencatatkan prestasi membanggakan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Palopo menempati posisi kedua sebagai daerah dengan kualitas SDM tertinggi di Sulawesi Selatan. Palopo meraih angka 81,74, berada tepat di bawah Kota Makassar yang mencatat IPM sebesar 85,66.
Capaian tersebut ditopang sejumlah indikator utama IPM, yakni rata-rata lama sekolah, tingkat pengetahuan masyarakat, angka harapan hidup atau umur panjang, pola hidup sehat, serta standar kelayakan hidup. Indikator-indikator tersebut menunjukkan pembangunan di Kota Palopo tidak hanya berfokus pada infrastruktur. Tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Baca Juga : Sahabat Ceritakan Sosok Awhin Sanjaya di Luar Lintasan, Punya Barber Shop dan Bengkel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251228-Bali-Kota-Palopo.jpg)
Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddn menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai hasil IPM ini merupakan buah dari kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program pembangunan. “Ini menjadi bukti bahwa arah kebijakan pembangunan SDM di Palopo sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Ome sapaannya sembari mengangkat jempolnya.
Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas IPM. Pemerintah Kota Palopo, kata dia, terus mendorong peningkatan akses dan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat layanan kesehatan agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif. “Rata-rata lama sekolah dan angka harapan hidup yang terus meningkat adalah indikator penting keberhasilan tersebut,” tambahnya. Ome menegaskan capaian ini tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.
Ia menekankan komitmen Pemkot Palopo untuk terus berinovasi dan memperbaiki kebijakan agar kualitas SDM semakin meningkat dan mampu bersaing. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras demi kesejahteraan masyarakat Palopo,” tutupnya. Sementara itu, akademisi Politeknik Dewantara, Dr. Suaedi, menjelaskan secara metodologis BPS menggunakan tiga indikator utama dalam mengukur IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Khusus pada aspek pendidikan, indikator yang digunakan adalah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Menurutnya, Palopo memang memiliki indeks lama sekolah yang tergolong tinggi. “Hampir semua penduduk Palopo mengenyam pendidikan hingga SMA sederajat. Bahkan relatif banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Yang dimaksud pengetahuan dalam IPM itu adalah harapan lama sekolah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan banyak kampus serta akses pendidikan yang mudah karena Palopo merupakan kota kecil menjadi faktor pendukung tingginya IPM. “Wajar saja BPS menyatakan Palopo sebagai daerah dengan SDM tertinggi kedua setelah Makassar. Bahkan Palopo sangat berpotensi menjadi daerah dengan SDM tertinggi di Sulsel,” ujarnya. Dr. Suaedi menilai potensi perguruan tinggi yang banyak dan cukup besar di Palopo harus dimaksimalkan untuk terus meningkatkan indeks pendidikan.
Ia mendorong adanya kebijakan yang mengarahkan seluruh lulusan SMA dan sederajat di Palopo untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Bisa melalui beasiswa kuliah, atau kerja sama antar perguruan tinggi se-Kota Palopo untuk memberikan fasilitas khusus bagi warga Palopo, mulai dari jenjang diploma, sarjana, magister hingga doktor,” paparnya. Selain pendidikan, ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor kesehatan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mendorong program-program yang berorientasi pada peningkatan usia harapan hidup. “Jika aspek pendidikan dan kesehatan terus didorong secara konsisten, maka IPM Palopo akan semakin meningkat dan daya saing SDM-nya akan semakin kuat,” tutupnya.





