, ,

Umat Kristiani Pattene Palopo Buat 17 Pohon Natal Jelang Perayaan Hari Kelahiran Yesus Kristus

oleh -400 Dilihat

Palopo – Umat Kristiani Pattene Palopo Buat 17 Pohon Natal Jelang Perayaan Hari Kelahiran Yesus Kristus. Menyambut perayaan Natal 2025, umat Kristiani di Kelurahan Pattene, Kota Palopo, bergotong royong membuat pohon Natal di lingkungan mereka.

Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif dan arahan Gereja Jemaat Maranatha Pattene sebagai bagian dari persiapan menyambut hari kelahiran Yesus Kristus. Sebanyak 17 pohon Natal didirikan warga dengan memanfaatkan berbagai bahan kreatif, namun tetap mempertahankan nilai estetika dan makna religius.
Sejumlah pohon Natal itu terpasang di pinggir Jalan Y Tando dan Jalan Poros Palopo–Toraja. Keindahannya semakin terlihat saat malam hari ketika lampu-lampu pohon Natal mulai dinyalakan.

Proses pembuatan pohon Natal berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari orang dewasa hingga pemuda gereja. Warga terlihat kompak dan saling berbagi tugas. Ada yang bertugas memasang pompom, memasang lampu, hingga mengatur hiasan berupa bel dan bola. Antusiasme warga Pattene terlihat jelas. Mereka menjadikan kegiatan ini sebagai momen mempererat kebersamaan menjelang Natal.

Baca Juga : Rektor Prof Nilawati Uly Jadi Pembicara di KPPTI 2025, Bocorkan Strategi Pengembangan UMB Palopo

Umat Kristiani Pattene
Umat Kristiani Pattene

Ke-17 pohon Natal tersebut akan tetap terpasang hingga perayaan Tahun Baru, dan rencananya akan dibongkar pada awal tahun 2026 sebagai bagian dari penutupan rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru. “Pembuatan pohon Natal ini dilakukan per kelompok. Setelah Natal dan Tahun Baru, pohon Natalnya dibongkar,” kata Koordinator Kelompok 16 Jemaat Maranatha Pattene, Yunus Mapandin, Minggu (30/11/2025). Keberadaan pohon Natal ini tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga pengingat bagi umat Kristiani akan kasih dan kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan mereka.

Tak hanya umat Kristiani, warga non-Kristen di sekitar lokasi juga memberikan tanggapan positif. Didin, salah seorang warga Muslim yang tinggal di Pattene, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. “Saya senang melihat kebersamaan warga di sini. Walaupun saya bukan bagian dari umat Kristiani, saya merasa ikut merasakan suasana damai dan saling menghargai. Pohon-pohon Natal ini juga membuat lingkungan jadi lebih indah,” ujarnya sembari melihat salah satu pohon Natal di Jalan Poros Palopo-Toraja.

Pembuatan pohon Natal ini dilakukan per kelompok. Setelah Natal dan Tahun Baru, pohon Natalnya dibongkar,” kata Koordinator Kelompok 16 Jemaat Maranatha Pattene, Yunus Mapandin, Minggu (30/11/2025). Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi tahunan yang memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Pattene, tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.